โน๏ธ TENTANG PENELITIAN & PEMILIHAN MODEL
๐ Cerita di Balik Aplikasi Ini
Badai tropis (siklon) di Samudra Hindia bergerak terus dan bisa berbelok arah. Bagi warga pesisir Sumatera Barat, tahu ke mana badai akan pergi beberapa jam ke depan itu penting. Dari situ penelitian ini dimulai: bagaimana membuat komputer bisa menebak arah gerak badai dengan lebih baik.
Model LSTM sebenarnya bisa membaca pola gerak dari deretan posisi badai. Masalahnya, data mentah saja sering membuat model bingung, karena angkanya tidak beraturan dan sulit dibaca. Maka bagian terpenting dari penelitian ini bukan sekadar memakai LSTM, tapi merancang pengolahan data (preprocessing) yang lebih optimal: menghitung jarak antar titik, arah gerak, kecepatan, dan bentuk pola lain dari data badai sebelum diserahkan ke model.
Hasilnya, model jauh lebih mudah mengenali pola gerak badai. Data latihnya sendiri diambil dari catatan badai internasional IBTrACS tahun 1980โ2025, yaitu ribuan titik badai yang pernah tercatat di Samudra Hindia dan sekitarnya.
Rata-rata jarak selisih prediksi terhadap posisi badai sebenarnya (km). Semakin kecil nilainya, semakin tepat model tersebut.
Diukur dengan menjalankan prediksi pada seluruh data pengujian.
๐ Model yang Dipakai di Aplikasi
Dari seluruh pengujian, konfigurasi GAB Window 8 memberi hasil paling seimbang: mencakup pola badai dari dua belahan Samudra Hindia (utara dan selatan), selisih loss latihโvalidasi hanya 7,07% (tidak mudah hafal data), dan rata-rata error 14,923 km. Karena itu konfigurasi inilah yang dipakai sebagai model utama pada halaman prediksi.